Pentingnya Supervisi Stase KMB dalam Pendidikan Profesi Ners
Supervisi Stase Keperawatan Medikal Bedah (KMB) merupakan bagian krusial dalam pendidikan profesi Ners. Kegiatan ini memastikan mahasiswa mampu menerapkan ilmu keperawatan secara langsung di lapangan dengan bimbingan dan evaluasi dari dosen pembimbing serta praktisi klinis.
Di RSUD dr. Harjono Ponorogo, mahasiswa STIKes Ganesha Husada Kediri mendapatkan pengalaman klinis yang komprehensif untuk mengasah kompetensi mereka dalam penanganan pasien medikal bedah. Dengan pendekatan berbasis kasus, mahasiswa belajar mengintegrasikan teori dan praktik keperawatan secara efektif.
Tujuan Supervisi Stase KMB
-
Meningkatkan Kompetensi Klinis
-
Mahasiswa belajar melakukan asesmen, perencanaan, intervensi, dan evaluasi keperawatan secara mandiri.
-
Penguatan keterampilan prosedural seperti perawatan luka, pemasangan infus, dan manajemen nyeri.
-
-
Pembelajaran Kolaboratif
-
Kerja sama dengan tim medis, pasien, dan keluarga untuk memberikan asuhan keperawatan holistik.
-
Diskusi kasus dengan dosen dan preceptor untuk meningkatkan pemahaman klinis.
-
-
Evaluasi Berkelanjutan
-
Feedback langsung dari pembimbing untuk meningkatkan kualitas praktik.
-
Penilaian berbasis kinerja (OSCE, portofolio, dan presentasi kasus).
-
Pengalaman Praktik di RSUD dr. Harjono Ponorogo
Sebagai salah satu rumah sakit pendidikan di Jawa Timur, RSUD dr. Harjono Ponorogo menyediakan fasilitas lengkap untuk mendukung pembelajaran mahasiswa, termasuk:
✔ Ruang perawatan medikal bedah dengan kasus beragam.
✔ Bimbingan dari perawat klinis berpengalaman.
✔ Akses ke simulasi dan pelatihan prosedur keperawatan.
Dengan semangat belajar dan dedikasi tinggi, mahasiswa STIKes Ganesha Husada siap menjadi perawat profesional yang berkontribusi bagi kesehatan masyarakat.








